Menyulam tradisi adalah suatu hal yang penting untuk dilakukan agar kerajinan tangan khas Batak tetap lestari di era modern ini. Dengan menyulam tradisi, generasi muda Batak dapat belajar dan mewariskan keahlian yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Perkembangan kerajinan tangan khas Batak juga turut dipengaruhi oleh perkembangan zaman, sehingga penting bagi kita untuk terus memperbarui dan mengembangkan kerajinan tangan ini.
Menurut Bapak Togu Simorangkir, seorang ahli warisan budaya Batak, “Menyulam tradisi adalah langkah penting untuk menjaga identitas budaya kita. Dengan terus mengembangkan kerajinan tangan khas Batak, kita juga turut melestarikan sejarah dan kekayaan budaya nenek moyang kita.”
Salah satu contoh perkembangan kerajinan tangan khas Batak di era modern adalah penggunaan teknologi dalam proses pembuatannya. Menurut Ibu Marpaung, seorang pengrajin ulos dari Sumatra Utara, “Dulu, proses pembuatan ulos dilakukan secara tradisional dengan alat tenun manual. Namun sekarang, kami sudah menggunakan mesin tenun otomatis untuk mempercepat proses produksi.”
Selain itu, kolaborasi dengan desainer dan brand lokal maupun internasional juga turut membantu memperkenalkan kerajinan tangan khas Batak ke ranah yang lebih luas. Menurut Ibu Situmorang, seorang desainer muda asal Toba, “Kerajinan tangan khas Batak memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Saya berharap dengan kolaborasi ini, kerajinan tangan khas Batak dapat dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat luas.”
Dengan adanya upaya untuk menyulam tradisi dan mengembangkan kerajinan tangan khas Batak di era modern, diharapkan warisan budaya ini dapat terus hidup dan berkembang untuk dinikmati oleh generasi mendatang. Sebagaimana dikatakan oleh Bapak Simorangkir, “Kerajinan tangan khas Batak bukan hanya sekadar barang, tapi juga merupakan bagian dari identitas dan sejarah kita sebagai bangsa.”